Selayang Pandang

Selayang Pandang (sebuah layang2 menghalangi Pandangan) Sekapur Sirih (Sebuah kapur yang dikunyah dengan sirih)

Apa saja. Blog ini akan bercerita tentang pengalaman-pengalaman saya (masum tidak mesum) apa saja selama saya hendak menulisnya. Mohon maaf apabila tertulis kesamaan nama pada cerita yang nanti akan muncul. Kesamaan nama hanya secara kebetulan saja. Supaya agan-agan tidak merasa rugi berkunjung pada blog saya, saya do'akan yang pernah baca konten blog ini masuk surga... amin.. Bersama saya tentunya amin..
Tampilkan postingan dengan label pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengalaman. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Januari 2012

Pertemuan Dengan Orang Hebat

Jaga warung adalah aktivitas saya sehari-hari jika saya sedang libur kuliah dan pulang ke rumah di Desa Taraju. Tidak saya sangka hari ini menjadi salah satu aktivitas jaga warung yang mungkin tidak akan terlupakan  sepanjang hidup. Bertemu dengan orang hebat, ya orang hebat. Bagi saya Beliau adalah orang yang sangat hebat. Bapak Wiijaya Kusumah atau sering di sapa omjay adalah orang hebat itu.
Pertemuan kami bisa dikatakan suatu kebetulan. Omjay tadinya keliling-keliling di dekat rumah saya untuk mencari voucher pulsa tapi sayang pulsa nya tidak ada, kemudian beliau bertanya pada tukang pulsa “di sini ada warnet?”  tukang pulsa menjawab “ya ada, disebelah sana”  sambil menunjuk rumah saya,  kemudian Omjay  Menghampiri rumah saya. Setibanya didepan rumah saya Omjay bertanya “Kang di sini warnet?” . “Iya, tapi
jaringanya sedang gangguan soalnya tadi malam hujan gede disertai sambaran petir” jawab saya. “Maaf, Bapak dari mana ya?” saya balik bertanya, soalnya jarang sekali di Desa saya ada yang bertanya pakai bahasa Indonesia. “Dari Bekasi” Jawab Omjay.  Saya sedikit merenung waktu itu, karena wajah omjay sepertinya sudah tidak asing, saya terus bertanya “Siapa ya nama Bapak?”, “Wijaya” katanya “Wijaya Kusauma ya? Bapak mau posting di blog ya?” sambung saya. Omjay pun sepertinya agak kaget mendengar pertanyaan saya. Saya sempat melihat postingan beliau di kompasiana yang membahas tentang Desa Taraju.
Singkat cerita Omjay saya ajak ngobrol di dalam. Sampai-sampai hujan semakin deras dan Omjay tidak bisa pulang. Banyak hal yang kami ceritakan, dari mulai tentang pendidikan, penglaman hidup dan banyak lagi yang lainnya. Saya sangat berterimakasih sama Omjay, beliau banyak meberikan motivasi dan inspirasi bagi saya. Salah satu buktinya ya tulisan ini, saya adalah seorang yang ragu, malu kalau menulis. Malu kalau tulisannya ga nyambung, kesana kemari dll. Tapi berkat motivasi dari beliau saya pun mulai PD untuk menulis. Tulisan ini juga merupakan tulisan pertama saya di blog.
Banyak hal dari perkataan beliau yang tidak akan saya lupakan, terutama ada perkataan beliau yang paling berkesan dari semua yang berkesan; “Jika ingin menulis dengan bagus maka teruslah menuis”. Saya rasa  perkataan itu berlaku bagi semua keinginan; “jika ingin jadi pedagang sukses maka teruslah berdagang”, “jika ingin menjadi ahli ibadah maka teruslah beribadah”.
Hingga pada akhirnya pertemuan kami hari ini pun diakhiri dengan hujan yang reda. Mudah-mudahan pertemuan kami bisa dipertemukan lagi dimasa mendatang dengan keadaan sehat dan selalu banyak rejeki. Amin.
Memang ini pengalaman yang sangat mengesankan, sebuah sekenario Alloh yang hebat.
Terimakasaih Omjay, terimakasih Taraju, Terimakasih Tukang Pulsa, Terimakasih Pak Mamad, Terimakasih ya Alloh.
saya dan omjay

Senin, 02 Januari 2012

Mimpiku 1830

Aku bermimpi bertemu dengan dia sedang duduk-duduk santai sambil makan bangku sekolah. Aku yakin dia sedang mengenyam pendidikan. Kemudian aku mendekatinya ternyata dia adalah si jambul khatulistiwa. Sesuatu katanya. Sedang aku menghampiri dia menengok muka ku sambil berbicara. Mantap...!!!, wah ternyata dia sangat berpengalaman dalam dunia maupun akherat, dalam mengenyam pendidikan.
Aku sudahi mimpi itu aku bangun langsung di sambut David Beckham sambil menggondol anak kambing. Oh itu dia, tampan sekali dengan kambing di tangan kiri dan tato di tangan kanan. Hebat dia tersenyum, ting...!!! dimana dimana dimana. dia menghilang, aku cari-cari tapi aku dapati alamat palsu, membuat aku berprustasi dibuatnya. ternyata itu masih dalam adegan mimpi aku terbangun dari mimpi juga itu adalah bagian dari mimpi juga, pernah kah kau merasa ketika tidur kita sholat subuh? sehingga sepertinya sudah sholat asli, padahal belum! aku pernah soalnya. Tak apa lah Lupa ini.
Masih mimpi : aku terkenal seperti Briptu Norman Kamaru, Sinta Jojo dan Gayus Tambunan. Aku dikejar-kerjar wartawan aiiihhh... senangnya.. tapi repot. Harus selalu tampil sempurna, sementara aku ingin apa adanya. Karena aku cape dikejar-kejar wartawan aku lari untuk mencari suplemen asupan gizi di apotek. Aku minta Vitamin Untuk mata, Apoteker memberi vitamin C, itu kan untuk mencegah Sariawan, aku mintaVitamin penguat tulang dia kasih Vitamin B, itu kan penambah nafsu makan, aku kesal sama Apoteker itu, ya sudah lah.. AKU MINTA VITAMIN PENAMBAH HAWA NAFSU....!!!! Anj*****ng. Si Apoteker ketakutan, ternyata wartawan ada di belakang aku, dan menyaksikan kekasaran ku sementara aku di Apotek, berita gosip tentang aku sudah tanyang di televisi. Di Apotek lagi aku nontonnya. Hebat. Drastis aku jadi tidak terkenal lagi.
Masih Mimpi: Keluar Apotek aku di suruh Rahmad Darmawan menggantikan Andik Firmansyah, Ah aku cape.. Bangun dulu ah.. Nanti dilanjut lagi. Aku solat dulu.

Selasa, 27 Desember 2011

Kesabaran Pengajar Madrasah

Saya bukan pengajar madrasah. Tapi saya salah seorang yang kagum dan menghargai terhadap pekerjaan itu. Saya yakin mereka tidak pernah mengeluh tentang pekerjaannya. Tapi saya tidak tahan melihat penderitaannya. Setiap hari mereka mendidik anak-anak yang mau belajar mengaji, itu pun sebagian kecil. Kebanyakan anak lebih memilih beristirahat santai di rumah bahkan sebagian lagi malah sibuk bermain.
Pengajar Madrasah biasanya adalah seorang ulama atau ajengan (b.sunda) yang sudah selesai dari pendidikannya di Pesantren. Mereka mengabdi dengan ikhlas tanpa mengharapkan pamrih. Berjuang demi menebarkan benih-benih kebaikan.
Sebenarnya apa sih yang ada difikiran para Pengajar Madrasah. Mereka giat sekali mengajar hampir setiap hari, bertanggung jawab terhadap ahlak anak-anak didiknya, menjaga Madrasah tetap bersih, dan lain-lain. Tapi apa yang mereka dapatkan, apresiasi dari masyarakat kurang, anak-anak sedikit yang datang, bahkan mereka tidak mendapatkan penghasilan uang dari mengajar di Madrasah. Lengkap sudah menderitaan mereka.
Saya tidak habis fikir, masih ada orang-orang seperti mereka bisa hidup dimasa-masa seperti ini, dimana segalanya harus pakai uang. Sampai-sampai mengapa saya yang stres melihat fenomena ini, padahal sang Pengajar Madrasah lagi santai-santai aja tuh mengajar di Madrasah.
Salah satu pengajar itu adalah kakak saya. Madrasah Al-Huda, itu lah Madrasah yang saya ceritakan. Pengajar Madrasah Al-Huda itulah yang saya ceritakan. Tapi ini mungkin bisa jadi gambaran dari madrasah-madrasah yang ada di jagat raya ini. Tulisan ini bukan lah keluh kesah mereka, tapi keprihatinan saya yang menyaksikan fenomena ini. Sungguh luar biasa kesabaran mereka.
Saya bertanya "apa sih sebenarnya yang bisa membuat kakak bertahan dengan kondisi seperti ini?" maka lewat sebuah diskusi kecil dulu saya mengajukan pertanyaan itu. Dia menjawab "Kuncinya Sabar, Ikhlas dan bersyukur". Hanya itu yang Dia jawab.
Akhirnya saya merefleksi diri sendiri, saya malu dengan mereka. Sabar itu tak ada batasnya. Ikhlas itu tak berkeluh kesah. Bersyukur itu tak muluk-muluk. Sungguh saya kagum.. Sangat kagum.
Semoga Alloh meridhoi kita semua, khususnya yang berjuang di jalan-Nya.. Amin
Terimakasih untuk semua Pengajar Madrasah di Indonesia, Vietnam, Thailand dan Negara2 persemakmuran hehe..
Special to : H. Nunu, Hj. Cucum, A Asep, Aj. Odin dan Istri, A Iip, T Nur Asiah, Dede Hadiana, Wa Ajengan, Wa Simi, T Wilda, H. Engkon, H. Noneng, Mah Ade, Pak Endang, M. Dedi, dan semua yang telah mengajarkan saya tentang Agama Islam. Rohmatan lil Alamin